Iklan Bali Main Page
HOME
Hubungi Kami
KONTAK
Peta Bali
PETA BALI

LAYANAN PERIKLANAN
Halaman Utama
Hubungi Kami
Pemasangan Iklan
Penghapusan Iklan
Kirim Komentar Anda
Baca Komentar Anda

SPONSOR LINK :: join ::

Iklan Domain
Media Jual Beli Nama Domain
di Seluruh Indonesia

Iklan Properti Bali
Pasang Iklan Properti Anda Online
Tanah, Rumah, Villa, Ruko, dll.

Akomodasi Bali
Jasa pelayanan kamar Hotel dan penyewaan Mobil dan Bus di Bali

Bali Airport Transfers
Layanan Jasa Antar Jempuat ke dan dari Bandara di Bali

BERITA DAN INFORMASI SEPUTAR PULAU BALI  

Teluk Benoa Benteng Pertahanan Bali

TIDAK hanya generasi muda seperti pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang menolak rencana reklamasi, para veteran pejuang yang sudah uzur pun menyuarakan hal yang sama. Salah satunya I Wayan Rugeg, veteran asal Kerambitan, Tabanan. Ketika menyebut Teluk Benoa, Rugeg yang lahir pada tahun 1918 terkenang akan manfaat pohon bakau dalam pertahahan wilayah.

Kata dia, penjajah Belanda yang ingin menginjakkan kakinya di tanah Bali Selatan akhirnya mundur karena dihalangi pohon bakau yang sangat luas dan lebat di area Teluk Benoa. Belanda takut masuk karena dikhawatirkan ada pemuda yang akan menghadang di balik hutan mangrove. Akhirnya penjajah Belanda mundur dan beralih menuju ke arah utara. Belanda akhirnya masuk Bali melalui Buleleng.

Atas kondisi itu, ia pun prihatin atas rencana reklamasi Teluk Benoa. Ia juga berharap kepada Gubernur Mangku Pastika agar mencabut SK reklamasi tersebut. Sebab, Teluk Benoa itu merupakan salah satu tonggak sejarah perjuangan rakyat Bali pada waktu merebut kemerdekaan Republik Indonesia. ''Khusus untuk Bali Selatan, pohon bakau itu adalah benteng pertahanan serangan dari laut,'' jelasnya.

Seharusnya generasi penerus memperhatikan Teluk Benoa dan keberadaan hutan mangrove. Jangan dirusak, sebab itu adalah benteng untuk mempertahankan Pulau Bali, agama, budaya dan ajeg Bali.

Hal senada disampaikan tokoh senior PDI-P Tabanan, Putu Surata. Pria kelahiran 1930 itu juga tegas menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Bahkan, ia juga mendesak Gubernur Bali mencabut SK izin reklamasi itu, sebab SK itu lahir dengan melanggar banyak aturan hukum dan tidak melibatkan partisipasi komponen masyarakat Bali. Kalau SK itu dipaksakan diberlakukan, rakyat Bali perlu bersatu melawan.

''Kalau memang ingin menyejahterakan masyarakat, reklamasi jangan dilanjutkan. Sebab, itu hanya akan menyengsarakan rakyat. Gubernur harus bertanggung jawab atas keluarnya SK ini dan segera mencabut. Jika tidak, rakyat mesti bersatu melawan,'' tegasnya lantas menambahkan, Bali jangan diobral kepada investor.

Anggota DPRD Tabanan periode 1987-1992 ini juga mendukung langkah tokoh masyarakat Badung Nyoman Sentana melaporkan dugaan suap dan indikasi korupsi dalam izin reklamasi Teluk Benoa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ''Kami berharap KPK segera menyelidiki dan menyidik kasus itu. Jangan didiamkan,'' ujarnya.

Surata yang sejak awal ikut membesarkan PDI-P di Tabanan juga berpesan kepada kader partai berlambang banteng moncong putih itu agar tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat Bali dan menolak reklamasi. Jika ada oknum kader atau anggota DPRD Bali dari PDI-P yang menerima uang suap dari investor, oknum tersebut harus ditindak tegas bahkan dipecat. ''Kader-kader PDI-P jangan masuk angin. Kita harus tetap berjuang menolak reklamasi,'' tandasnya.

(BP-29072013)

[ Kembali ke Atas | Berita dan Info Lain ]

Banner Anda Disini Keluarga Homeschooling Indonesia Banner Anda Disini Banner Anda Disini

  Halaman Utama | Hubungi Kami | Peta Bali 2004-2014 IklanBali.com * All Rights Reserved